RM Kuah Cue Mak Ati Kaki Kulu, dengan Harga yang Suka-suka
ACEH BESAR,- Aceh tidak hanya dikenal sebagai daerah yang memiliki ragam budaya, seni, dan keindahan alamnya saja. Tetapi provinsi paling barat Indinesia itu juga menyimpan berbagai kuliner dengan cita rasa khas tersendiri. Seperti halnya kuah cue Rumah Makan Mak Ati yang berada di pinggir jalan Meulaboh – Banda Aceh atau di bawah kaki gunung kulu Desa Seumangko Mulat, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar.
Warung makan ini sudah menjual masakan kuah cue sejak 2004, dan hingga kini masih menjadi menu favorit setiap pengungjung di sana. Warung Makan Mak Ati mulai dibuka sejak pukul 10.00 – 23.00 WIB.
Bagi pecinta kuliner, kamu untuk mencoba mencicipi hindangan masakan khas Aceh satu ini. Kuah cueh berbahan dasar cue (sejenis kerang/keong warna hitam), lalu dicampur dengan kuah plik u dari kelapa yang sudah dijemur sampai kering.
Kemudian di dalamnya ditambah sayuran seperti daun melinjo, rebung dan potongan pepaya muda serta bumbu khas Aceh lainnya. Baca Juga:Ratusan Rider Jelajah Kaki Gunung Burni Telong Bener Meriah Cara makan cue ini kamu harus mengisapnya, isi atau daging cue yang berada dalam cangkang akan keluar.
Nah, saat menikmati itu akan ada suara khas tersendiri ketika mencicipinya, di mana kuah yang sudah meresap menyatu dalam cue tersebut. Selain kuah cue, Warung Makan Mak Ati juga terdapat aneka masakan lain yang menggugah selera seperti ikan kakap bakar, ikan rambeu bakar, maupun gulai kepala ikan.
Salah seorang pelanggan asal Lhong, Irwandi Darwin (23), mengaku dirinya kerap menikmati makan siang dan malam di sana. Karena, kuah cue adalah menu favoritnya. “Saya sering singgah di jam tertentu.
Selain khas, kuah cue sudah menjadi kesukaan saya,” ujarnya. Seorang pekerja Rumah Makan Mak Ati, Ricki (22), mengatakan, warung tersebut ramai dikunjungi setiap akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu. Di sana juga tedapat lahan parkir yang luas bagi pengunjung. “Kalau akhir pekan terbilang ramai, lahan parkir kendaraan kami mampu menampung,”katanya.


